Powered by Blogger.

Thursday, November 8, 2012

Teori Konseling Rational Emotif Therapy

Dibawah ini terdapat artikel teori konseling rational emotif therapy yang bisa buat bahan materi atau bahan ajar temen2.


Daftar Isi
Kata pengantar
Daftar Isi
Bab 1 Pendahuluan
Bab II Pembahasan
            II. 1 Konsep dasar konseling Rational - Emotif
                        a. Ciri - Ciri Konseling RET
                        b. Hakekat masalah yang dihadapi klien
                        c. Tujuan Konseling RET
            II. 2 Proses dan Teknik Konseling RET
                        a. Fungsi pengumpulan data dalam konseling RET
                        b. Peranan konselor dan langkah - langkah Konseling
                        c. Teknik - teknik Konseling RET
            II. 3 Landasan konseling RET
                        a. Pandangan tentang hakekat manusia
                        b. Konsep - konsep dasar teori RET
                        c. Penerapan Teori Konseling RET
Bab III Penutup
Daftar Pustaka


Bab I

Pendahuluan

Teori Konseling Rasional-Emotif dengan istilah lain dikenal dengan "Rational-Emotife Therapy" yang dikembangkan oleh DR.Albert Ellis, seorang ahli Clinecal Psychology(Psikologi Klinis).
      Sekitar tahun 1943, dia mulai membuka praktek dalam bidang konseling keluarga, perkawinan dan seks. Pada praktiknya ini Dr. Albert Ellis banyak mempergunakan prosedur sikoanalisa dari freud, tetapi setelah berlangsung beberapa lama Albert Ellis banyak menemukan ketidakpuasan dalam praktiknya yang mengginakan prosedur psikoanalisa dari freud.
       Atas dasar pengelaman selama praktiknya dan kemudian dihubungkan dengan teori tingkah laku belajar, maka akhirnya Albert Ellis mencoba untuk mengembangkan suatu teori yang disebut " Rational-Emotife Therapy", dan selanjutnya lebih populer dengan singkatan RET.
     Tujuan dari RET Albert Ellis pada intinya ialah untuk mengatasi pikiran yang tidak logis tentang diri sendiri dan lingkunganya.
  

Bab II
Pembahasan

II. 1 Konsep Dasar Konseling Rasional-Emotif
      1. Ciri-ciri Konseling Rasional-Emotif
 a. Dalam menelusuri masalah klien yang dibantunya, konselor berperan lebih aktif dibandingkan dengan klien
 b. Dalam proses hubungan konseling harus tetap diciptakan dan dipelihara hubungan baik dengan klien.
 c. Tercipta dan terpeliharanya hubungan baik ini di pergunakan oleh konselor untuk membantu klien mengubah cara berfikirnya yang tidak rasional menjadi rasional.
      2. Hakekat masalah yang dihadapi klien
Masalah yang dihadapi klien dalam pendekatan Konseling Rasional-Emotife itu muncul disebabkan karena ketidaklogisan klien dalam berfikir. ketidaklogisan berpikir ini selalu berkaitan dan bahkan menimbulkan hambatan gangguanatau kesulitan emotional dalam melihat dan menafsirkan objek atau fakta yang dihadapinya.
Menurut konseling rational emotif ini, individu merasa dicela, diejek dan tidak diacuhkan oleh individu lain kerena ia memiliki keyakinan dan berpikir bahwa individu lain itu mencela dan tidak mengacuhkan dirinya.
      3. Tujuan Konseling Rasional - Emotif
Tujuan utama dari konseling rational emotif ialah menunjukkan dan menyadarkan klien bahwa cara berpikir yang tidak logis itulah merupakan penyebab gangguan emosionilnya. konseling rational - emotif ini bertujuan membantu klien membebaskan dirinya dari cara berpikir atau ide - idenya yang tidak ogis dan menggantinya dengan cara - cara yang logis.

II. 2 Proses dan teknik rasinal - emotif
      1. Fungsi pengumpulan data dalam konseling rasional - emotif
Dalam konseling rasional - emotif ini tidak banyak melkkan pengumpulan data untuk keperluan analisis maupun diagnosis sebagaimana dalam konseling klinikal.
Alat - alat pengumpul data yang bersifat testing dan non testing sedikit sekali di pergunakan dalam konseling ini. karena diagnosis dalam konseling ini dilakukan untuk membuka ketidaklogisan pola pikir klien.
  2. Peranan konselor dan langkah-langkah konseling
Peranan konselor dalam proses konseling rasional-emotif akan nampak dengan jelas dalam langkah konseling sebagai berikut:
       a. Langkah Pertama : Dalam Langkah ini konselor berusaha menunjukkan kepada klien bahwa masalah yang dihadapinya berkaitan dengan keyakinannya yang tidak rasional.
b. Langkah Kedua : Peranan Konselor adalah menyadarkan klien bahwa pemecahan masalah yang dihadapinya merupakan tanggung jawab sendiri.
c. Langkah Ketiga : Konselor berperan mangajak klien menghilangkan cara berpikirdan gagasan yang tidak rasional.
d. Langkah keempat : Peranan konselor adalah mengembangkan pandangan - pandangan yang realistis dan menghindarkan diri dari keyakinan yang tidak rasional.
      3. Teknik - teknik konseling Rasional - Emotif
Inti daripada konseling rasional emotif ialah menghilangkan cara berpikir yang tidak logis yang menimbulkan gangguan emosionilnya. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan beberapa teknik konseling rasional - emotif sebagai berikut :
      a. Teknik Pengajaran
                  Dalam konseling rasional-emotif koselor mengambil peranan lebih aktif dari klien.
      b Teknik Persuasif
                  Meyakinkan klien untuk mengubah pandangannya, karena pandangan yang ia kemukakan itu tidak benar.

      c Teknik Konfrontasi
            Konselor menyerang ketidak logisan berfikir klien dan membawah klien kearah berfikir logis empiris                        
     

d Teknik Pemberian Tugas
                  Dalam teknik konselor menugaskan klien untuk mencoba melakukan tindakan tertentu dalam situasi nyata

II. 3 Landasan konseling Rasional-Emotif
1.       Pandangan Tentang Hakikat Manusia
Beberapa pandangan tentang hakikat manusia yang dilanjutkan oleh Albert Ellis, yang mewarnai teori rational-Emotif Therapy:
a Manusia dipandang sebagai makhluk yang rasional dan juga tidak rasional.Kecenderungan yang dimiliki oleh manusia ini akan nampak dengan jelas dan tergambar dalam bentuk tingkah lakunya yang nyata
b. Pikiran, perasaan, dan tingkah laku manusia adalah merupakan suatu proses yang satu denan yang lainya tidak dapat dsalah kan
Rational-Emotive-Therapy (RET) memandag bahwa manusia itu tidak akan bisa lepas dari perasaan dan perbuatannya.Perasaan seseorang senantiasa melibatkan pikiran dan tindak-tidakannya.
c. Individu bersifat unik dan memiliki potensi untk memahami keterbatasannya,serta potensi megubah pandanga dasar dan nilai-nilai yang diterimanya secara tidak kritis
Individu itu dalahirkan dengan membawa potensi-potensi tertentu,ia memlki berbagai kelebihan dan krkurangannya serta kebatasannya yang berifat unik.Sesuai dengan prinsip diferiensiasi bahwa seeorang itu tidak ada yang identik atau sama persis.Rational-emotive-therapy (RET) memandang bahwa individu itu memiliki potensi untuk memahami kelebihan-kelebihan, dan keterbatasan-keterbatasan itu.
2.      Konsep-konsep dasar teori Rasional-Emotif
Konsep dasar teori dasar rasional emotif ini, mengikuti pola yang teliti,
A=Activating Experience (pengaaman aktif)
        Ialah suatu keadan, fakta peristiva atau tingkah laku yang dialami individu.
B=Belief System (cara individu memandang suatu hal).
        Pandangan dan penghayatan indivu terhadap A.
C=Emotional Consequence (akibat-emosional)
        Akibat-emosional atau reaksi individu positif atau negatif

3.      Penerapan teori konseling Rasiona-emotif
     Penerapan teori konseling Rasional-emotif ini sangat ideal apa bla diterapkan disekolah, terutama oleh:Guru,Konselor atau pemimbing yang berwibawa.
     Guru/konselor yang berwibawa akan mampu untuk membantu siswa yang mengalami gangguan mental atau gangguan emosional untuk mengarahkan secara langsung pada para siswa yang memiliki pola berfikir yang tidak rasional, serta mempengaruhi cara berfikir mereka yang tidak rasional untuk meninggalkan anggapan atau pandangan yang keliru itu menjadi rasional dan logis.
     Guru melalui bidang studi yang diajarkan kepada siswanya secara langsung bisa mengaitkan pola bimbingan yang terpadu untuk mempengaruhinya, untuk secara meninggalkan tindakan pikiran dan perasaan yang tidak rasional.   



Bab III
Penutup      
 Hakekat masalah yang dihadapi oleh klien dalam pendekatan konseling rasional -emotif ini muncul disebabkan karena ketidak logisan klien dalam berpikir. 
Tujuan utama dari Rasional - Emotif Therapy ialah menunjukkan dan menyadarkan klien bahwa cara berpikir yang tidak logis itulah merupakan penyebab gangguan emosionilnya, atau bertujuan untuk membantu klien membebaskan dirinya dari cara berpikir atau ide - idenya yang tidak logis dan menggantinya dengan cara - cara yang logis.
Ada beberapa pandangan tentang hakekat manusia yang diajukan oleh Albert Ellis yang mewarnai teori Rational - Emotif Therapy ialah  
·         Manusia dipandang sebagai makhluk yang rasional dan juga tidak rasional
·         Pikiran, Perasaan dan tindakan manusia adalah merupakan suatu proses yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan
·         Individu bersifat unik dan memiliki potensi untuk memahami keterbatasannya, serta potensi mengubah pandangan dasar dan nilai - nilai yang diterimanya secara kritis
Konsep dasar teori RET mengikuti pola yang teliti didasarkan pada Teori A - B - C. menurut pendapat Alber Ellis, A ( pengalaman Aktif ) tidak langsung menyebabkan timbulnya C ( akibat emosional ), itu sangat bergantung pada B ( Belief System ).
Penerapan dari teori Konseling Rasioanal - Emotif ini sangat ideal apabila diterapkan di sekolah terutama oleh : Guru, Konselor atau pembimbing yang berwibawa.


Daftar Pustaka


Corey, Gerald. (2007). Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung: Refika Aditama.

Burks Jr, Herbert M, and Buferd Steffire. (1979). Theories of Counseling, New York: McGraw - Hill Company.

Surya, Moh. (2003). Teori - teori Konseling. Bandung: Pustaka Bani Quraisy

Sukardi, Dewa Ketut. (1985). Pengantar Teori Konseling. Jakarta: Balai Aksara










0 komentar:

Post a Comment

 


  © Blogger template 'ASIK-For You' by n1am.com Blog For warna warni dunia 2013

Blog ilmu pengetahuan